PAMEKASAN, bicaradata.net – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar pelatihan ‘sekolah lapang’ kepada para petani tembakau di wilayah setempat.
Setidaknya terdapat 10 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di 10 kecamatan sentra penghasil tembakau di seluruh Kecamatan di Pamekasan. Setiap Poktan diisi 25 anggota di sekolah lapang tersebut.
“Kalau misal satu kelompok tani peserta tiap Sekolah Lapang berjumlah 25 orang, maka secara keseluruhan sudah bisa mengcover paling tidak 250 anggota kelompok tani peserta Sekolah Lapang tembakau se Pamekasan,” ujar Kepala Bidang Produksi Pertanian DKPP Pamekasan, Achmad Suaidi, Rabu (18/8/2021)
Achmad menjelaskan, bahwa pelatihan ini difokuskan pada praktek menanam dan membudidaya untuk meningkatkan produktifitas hasil tembakau. Kegiatan ini sudah terlaksana sejak bulan Juli 2021 lalu.
Kata dia, sekolah lapang tersebut merupakan sarana agar petani tembakau mengetahui kelebihan-kelebihan varietas Prancak 95 sehingga petani tembakau tertarik untuk menggunakannya saat musim tembakau tiba.
“Misal untuk daerah sawah atau tegal atau gunung itu biaya produksinya apa ada perbedaan, nanti kita akan tekankan di situ, akan kita belajar bersama kelompok tani itu sehingga mereka belajar nanti akan tahu apakah mereka bertani tembakau itu menguntungkan atau tidak,” kata Suaidi.
Suaidi berharap dengan diadakannya kegiatan sekolah lapang dan materi disampaikan dapat memberi pengertian kepada petani tembakau seberapa besar biaya pokok produksi dari masing-masing pelaksanaan kegiatan.
Reporter : Fauzi
Editor : Rosi





