PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur kembali akan menggelar Gebyar Batik Pamekasan.
Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, gebyar batik akan digelar di Alun-alun Central Park Jember pada 6 Agustus 2022 mendatang
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Siti Shalehah Yuliati Amin mengatakan, pergelaran gebyar batik ini sudah keempat kalinya pada tahun 2022.
“Kegiatan gebyar batik ini sudah keempat kalinya. Pertama dilaksanakan di Kota Malang, kemudian di Tuban dan gunung Bromo. Kali ini akan digelar di alun-alun Jember,” ujarnya, Rabu (3/8/2022)
Siti membeberkan, pergelaran gebyar batik kali ini menggandeng Jember Fashion Carnival (JFC) Internasional Costum Carnival.
Pihaknya akan mengangkat potensi batik pada pelaksanaan JFC, mengingat, pelaksanaan JFC merupakan agenda besar yang rutin digelar setiap tahun.
Hal itu dilakukan sebagai ajang promosi untuk kalangan luas, tidak hanya tingkat regional, melainkan tingkat nasional, bahkan internasional.
“Dengan masuknya kita pada Jember Fashion Carnival ini, publikasi kita secara otomatis secara nasional. Tetapi, kita juga akan membawa orang untuk mempromosikannya secara langsung,” jelasnya.
Mantan Kasubag Protokol Pemkab Pamekasan ini menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk mengangkat nilai jual batik Pamekasan yang menjadi salah satu potensi besar di daerahnya.
“Kita sekarang persiapannya sudah 90 persen, kita ini untuk mempromosikan batik di sana, tetapi bukan jualan ya, tetapi promosi untuk mengangkat nilai jual batik Pamekasan yang muaranya untuk kesejahteraan rakyat,” ungkapnya
Sejauh ini lanjut Siti, batik tulis Pamekasan yang merupakan warisan nenek moyang ini kualitasnya mampu dan tidak kalah saing dengan batik tulis lainnya di Indonesia.
Pihaknya berharap, pergelaran batik ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga akar rumput sesuai harapan bersama.
Sehingga, cita cita Bupati Baddrut Tamam untuk mensejahterakan masyarakat dari bawah, merata dan berkeadilan berjalan sesuai harapan.
“Harapan kami, pergelaran gebyar batik ini bisa menjaga nilai jual batik Pamekasan agar mampu menjadi mata pencaharian masyarakat atau perajin secara khusus,” pungkasnya.





