Lika-Liku Ber-PMII, Bertahan atau Runtuh?

Organisasi atau Komunitas adalah wadah yang mempunyai tujuan baik kedepannya. Didalam organisasi terbentuk struktural yang di mulai dari ketua sampai nggota.

Dalam hal ini, mustahil suatu organisasi yang menjadi wadah banyak orang tanpa polemik. Ada yang mudah terselesaikan, ada pula yang rumit. Tergantung bagaimana cara penyelesaiannya. Kondisi sosial di luar organisasi juga menjadi salah satu faktor yang akan mempengaruhi keadaan internal organisasi.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah salah satu organisasi besar, bahkan di kenal sampai di ranah manca negara. Lebih dari setengah abad berdirinya PMII ini sedikit membawa pengaruh dalam ranah sosial, ekonomi dan politik yang ada di indonesia.

Kegiatan – kegiatan yang banyak berkaitan dengan masyarakat tentunya sangat kental dengan teori – teori sosial. Maka SDM di dalamnya sangat di perhitungkan untuk menjadi peran penting baik dalam kabinet negara atau kehidupan sosial masyarakat.

Pandemi hari ini menjadi problem di setiap negara yg mempunyai pengaruh besar terhadap masyarakat, salah satunya mengenai ekonomi dan sosial. Tentunya organisasi PMII mulai dari tingkat Pengurus Besar (PB) sampai tingkat paling bawah khususnya Komisariat dan Rayon juga merasakan dampaknya.

Yang menjadi perhatian khusus dalam hal ini adalah masalah sosial, chemistry yang harus kita bangun kembali mulai dari nol. Karna kita tau, PMII adalah organisasi non profit yang artinya sebagai inti dari kekuatan tersebut untuk menggantikan atau mem-back up itu harus di dapat dari rasa ke-keluargaan yg kuat.

Bagaimana pertarungan mendapatkan dan mempertahankan kader dengan mayoritas mindset mahasiswa tentang Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK) yang cenderung negatif. Belum lagi di hadapkan dengan kondisi Pandemi yang harus tidak bertatap muka selama kurang lebih 2 tahun.

Masalah ini telah di prediksi menjadi masalah yang umum. Bukan hanya PMII tapi juga setiap organisasi atau komunitas-komunitas lain yang terkena dampaknya.

Maka, saat kita larut dalam hal ini dan menganggap semua baik – baik saja itu sebenarnya awal dari retaknya SDM kedepan. Karna tidak menutup kemungkinan, sekarang saudara – saudara kita diluar sana sedang merencanakan strategi – strategi untuk memulihkan internalnya dengan matang, dan kita masih larut dalam pertarungan yang tidak terselesaikan.

Tugas kita hari ini adalah memikirkan bagaimana dan apa yang harus kita lakukan kedepan demi tetap menjaga keutuhan SDM PMII khususnya di ranah komisariat dan rayon. Mengembalikan budaya – budaya ngopi, berdiskusi dan hangat cinta dalam ber-PMII. bukan berada di zona nyaman, apa lagi berlarut larut dalam permasalahan yang tidak berkesudahan.

#Semangat ber-PMII.
#Selamat ber-PMII.

 

 

ACHMAD RIZALDI : Lahir di Malang 30 Maret 1997. Mahasiswa Teknik Mesin UNMER (Universitas Merdeka Malang) tahun 2015. Organisasi : PMII Teknik Komisariat Merdeka Malang.