KPM IAIN Madura : Pimpinan Peduli atau Kami Pamit Pergi

Zainol Fanani, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab IAIN Madura. (Foto : Ist)

Kuliah Pegabdian Masyarakat (KPM) merupakan tugas bagi mahasiswa dalam menyelesaikan kuliah sarjana di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.

Tidak hanya menjadi kewajiban mahasiswa, namun KPM juga merupakan implementasi dari salah satu Tridarma perguruan tinggi, yakni pengabdian masyarakat.

Namun, ketika melihat KPM kali ini, masih jauh dari kata sempurna. Mengapa demikian, karena setelah bertemunya setiap Kodinator Desa (Kordes) se-Kecamatan Pagantenan, mereka menemukan keluhan yang sama.

Jujur, kami sampai saat ini melihat kurangnya pengayoman dan bimbingan dari pihak kampus. Sehingga menjadi penyebab repotnya mahasiswa dalam menjalankan program.

Terlebih, dengan pendapat dari sebagian mereka, pihak kampus, bahwa kita ber-KPM pada waktu yang kurang tepat. Sekolah-sekolah libur, kemudian untuk mengadakan semarak Agustusan juga mepet dikarenakan tanggal 03 Agustus KPM sudah selesai.

Entah apa analisa pihak kampus. Mungkinkah hanya kepentingan belaka?

Dengan situasi yang seperti ini, seolah pihak kampus mengadakan KPM ini sebagai ajang pencitraan. Pembekalannya yang serta-merta, kemudian belum adanya kontroling.

Petinggi kampus hanya menyiapkan tema yang begitu apik nan elok. Tapi kami yang mahasiswa repot untuk menganalisa hal tersebut. Bimbingan tidak ada tugas meronta-ronta.

Mungkin, dokumentasi menjadi jalan keluar bagi mereka, sementara bagi kami?. Mereka hanya ingin mengontrol jarak jauh. Dan seakan-akan kami dipasrahkan atas segala-segalanya.

Dengan analisa yang hanya cuma-cuma itu, membuat program KPM ini sebagai formalitas saja. Bisa saja kami pasrah dengan keadaan yang seperti ini.

 

Zainol Fanani, Lahir di Pamekasan, 15 April 2001. Mahasiswa Aktif Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.