Banyak istilah tentang GERAKAN yang disematkan pada beberapa instansi atau golongan tertentu. Contoh dalam dunia bisnis mungkin di sebutnya dengan marketing dalam dunia intelektual eksekusi dan masih banyak yang lainnya.
Sebelum adanya gerakan, pasti ada gagasan atau ide. Lebih tepatnya strategi yang akan di jalankan. Strategi – strategi tersebut tentunya memiliki tujuan sesuai bidangnya.
Gerakan di dalam ber-PMII salah satunya bergerak dibidang Kaderisasi. Kaderisasi terbagi menjadi beberapa bagian, di antaranya formal, non formal dan informal.
Formal adalah jenjang kaderisasi PMII dan gelar seorang kader dalam berproses seperti Mapaba, PKD, PKL dan PKN. Non Formal adalah proses pengkaderan yang sifatnya lebih mengarah ke ketrampilan atau skiil yg spesifik.
Tujuan dari keduanya adalah untuk membekali kader diranah organisasi, kampus dan bermasyarakat. Ini juga bentuk foll up dari kaderisasi formal.
Informal, mengutip dari sebuah quote dimanapun tempatnya itu ruang kelas kita. Apapun dan siapapun subjek atau obyeknya itu guru kita. Artinya setiap waktu dan apa pun itu kegiatannya bisa menjadi bagian dari kaderisasi informal.
Pengkaderan informal tidak memiliki kurikulum khusus untuk menjalankannya. Tapi prosesnya tetap dalam rill atau mengarah ke pengkaderan itu sendiri. Disinilah skill atau inovasi pengurus diuji dengan memanfaatkan keadaan sosial di dalam maupun di luar organisasi.
Sebetulnya, banyak sekali peluang diranah kaderisasi Informal ini. Salah satunya dengan memanfaatkan media, mengaktifkan kembali budaya-budaya ngopi sambil diskusi, lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan LSO, nge-game bareng yang nantinya output dari kegiatan-kegiatan itu tetap mengarah kepada keorganisasian.
Jadikan kegiatan sehari-hari bagian dari kaderisasi Informal. Ini akan menjadi gerakan-gerakan yang efektif dan tanpa kita sadari media-media sosial kembali bahkan harus lebih eksis dari seblumnya.
Artikel-artikel seperti ini harus lebih di kembangkan. Bahkan kalau perlu problem – problem itu kita ciptakan, artinya memang kita hari ini sedikit mengulas teori-teori yang pernah kita pelajari.
PMII juga harus memberi dan memperkuat basis kaderisasi, tujuannya agar bisa lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Baik itu perkembangan dunia teknologi maupun sejumlah persoalan lainnya. Moch. Sa’i Yusuf Ketum Cabang PMII Malang 2021)
Pada hakikatnya, kaderisasi dalam PMII adalah upaya-upaya secara totalitas yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan untuk membina serta mengembangkan potensi dzikir, fikir dan amal sholeh pada setiap warga pergerakan. (Khairul Ahmad Mauludin, Sekum PMII Jombang 2019)
Bagi kader – kader atau pengurus komisariat dan rayon, mari sharing-sharing dengan artikel-artikel kita masing-masing demi menjaga keutuhan PMII kedepannya.
Selamat ber-PMII. Terima kasih.
Di tunggu artikel-artikel sahabat-sahabati demi mengasah keintelektualan dan tetap menjaga dinamika berorganisasi.
#KADERPMII
#PMIIMALANG
#PBPMII
ACHMAD RIZALDI : Lahir di malang 30 maret 1997. Mahasiswa Teknik Mesin UNMER (Universitas Merdeka Malang) tahun 2015. Organisasi : PMII Teknik Komisariat Merdeka Malang.





