PAMEKASAN, — Upaya memperkuat daya saing produk olahan tradisional di tingkat pedesaan terus digalakkan oleh kalangan akademisi. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 01 Tahun 2026, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terjun langsung memberikan pendampingan strategi pemasaran dan promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Opak Singkong di Desa Bulangan Branta, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.
Inisiatif pengabdian masyarakat ini digagas oleh Fina Wulandari bersama Maulidina Rofi’ah, Imamatus Sholihah, Haninatul Awwaliyah, dan Diyanatul Muawwinah, yang menaruh perhatian pada keberlanjutan usaha milik Ibu Zainab (64). Meski telah memproduksi opak singkong secara tradisional dan manual sejak masih di bangku sekolah dasar bersama sang suami, jangkauan pemasaran usaha tersebut masih sangat terbatas pada lingkungan sekitar akibat ketiadaan sarana promosi yang terstruktur dan informatif.
Melihat potensi besar bahan pangan lokal tersebut, tim KKN menyusun strategi pendampingan kontekstual berbasis bauran pemasaran 4P (product, price, place, promotion). Mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan usaha secara bertahap, mulai dari penguatan identitas produk (product), penataan transparansi harga dan pencatatan biaya (price), pemetaan saluran distribusi lokal (place), hingga perbaikan media promosi langsung maupun digital (promotion).
Sebagai langkah konkret promosi luring, tim menyerahkan dan memasang banner usaha resmi yang memuat informasi nama produk, keunggulan olahan, harga, serta kontak pemesanan yang jelas agar mudah dikenali oleh calon konsumen. Tak hanya itu, pelaku usaha juga dibekali panduan pemanfaatan kanal digital sederhana seperti WhatsApp dan media sosial untuk menampilkan foto produk serta proses pengolahan secara berkala guna memperluas jangkauan pesanan ke luar desa.
Kegiatan pendampingan yang menyentuh sektor riil masyarakat ini mendapat apresiasi tinggi dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Khotibul Umam, M.E.I. Ia sangat mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif para mahasiswa yang tanggap terhadap persoalan pelaku usaha mikro di desa, sembari menegaskan bahwa penguatan aspek promosi dan identitas visual merupakan kunci penting agar produk pangan lokal yang telah bertahan puluhan tahun mampu naik kelas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara potensi lokal dan inovasi pemasaran yang adaptif ini, UMKM Opak Singkong Ibu Zainab diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian kuliner tradisional desa, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan keluarga secara berkesinambungan seiring terbukanya akses pasar yang lebih luas.





