BANGKALAN – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Nanggala Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Trunojoyo Art Festival. Kegiatan yang bertempat di Gedung Student Centre (GSC) Universitas Trunojoyo Madura pada Rabu – Sabtu, 28-31 Agustus 2024 ini dalam rangka memperingati Dies Natalis yang ke-23.
Terdapat beragam penampilan yang disuguhkan dalam kegiatan Trunojoyo Art Festival ini. Diantaranya Jan Lamijan Performance Art dari Nganjuk, Teater Mbureng dari Nganjuk, Teater Pangestu dari Pamekasan, Sanggar Kolareh dari Sumenep.
Selain itu, Mahdi Betjak dari Surabaya, Bimala Art dari Jakarta, Language Teater dari Sumenep, SMKN 12 dari Surabaya, Teater Bangkit Malang, serta UKM Seni Nanggala dari Bangkalan
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UTM, Surokim mengapresiasi Trunojoyo Art Festival 2024 yang diselenggarakan UKM Seni Nanggala.
Menurutnya kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar mahasiswa untuk menjaga, memelihara, dan mengembangkan budaya, potensi lokal, khususnya budaya Madura untuk go public.
“Apa yang dilakukan oleh mahasiswa UKM Seni Nanggala ini positif untuk mengenalkan potensi dan kreasi, seni karya anak muda dan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab anak bangsa untuk menguatkan modal sosial budaya masyarakat. Selain itu juga meningkatkan kreativitas dan daya saing anak muda agar istiqomah mengembangkan diri dgn berbasis budaya dan jati diri bangsa sendiri,” ucapnya.
Surokim berharap acara ini ke depan bisa ditingkatkan dengan bekerja sama, berkolaborasi dengan berbagai kalangan sehingga bisa menjadi salah satu perhatian publik di Madura.
“Syukur-syukur acara ini bisa menjadi agenda tahunan yang dikemas secara profesional sehingga bisa menarik wisatawan dan menjadi salah satu destinasi wisata budaya Madura. Kegiatan ini juga bisa menjadi media sosialisasi dan promosi lembaga yang bisa menjangkau khalayak luas, sehingga turut membantu mengenalkan UTM dan potensi mahasiswa kepada khalayak luas,” harapnya.
Pembina UKM Seni Nanggala, Parrisca Indra Perdana menambahkan, kegiatan Trunojoyo Art Festival merupakan suatu hal yang sangat luar biasa dan menarik sekali. Khususnya, penyajian penampilan teater dari berbagai wilayah di Jawa Timur maupun diluar Jawa Timur.
“Wawasannya tempat ekspresi di Trunojoyo Art Festival ini sangat dinanti-nanti, karena kita perlu mengapresiasi dan juga memanfaatkan pengalaman ekspresi yang dituangkan dalam sebuah festival semacam ini. Dan ini menjadikan kita semakin kaya akan pola-pola pikir yang luar biasa yang sangat luas sekali, dan juga wujud penyajian yang beraneka macam sehingga kita bisa _build up_ dan memberikan stimulus bagi masing-masing kita terutama mahasiswa di Universitas Trunojoyo Madura,” terang Parrisca.
Ia berharap, Trunojoyo Art Festival bisa menjadi wadah pertukaran ekspresi yang kemudian untuk melakukan semakin kuat dalam jaringan dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia bahkan di manca negara.
Selanjutnya, Dian Ayu Lestari, Ketua umum UKM Seni Nanggala menyampaikan ucapan terima kasih dan dukungan kepada pihak kampus dan seluruh anggota UKM Seni Nanggala. Dengan mengusung tema “Serasa Senyata” acara tersebut terlaksana selama 4 hari berjalan dengan lancar.
“Semoga acara Trunojoyo Art Festival ini dapat memberikan dukungan kepada para seniman dan pelaku budaya, sehingga memiliki rasa tanggung jawab moral untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa,” tutupnya.




