SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, harga minyak goreng di pasaran akan mengalami penurunan secara bertahap pasca penerapan kebijakan satu harga Rp14.000 per liter.
Airlangga mengatakan, dengan adanya penetapan kebijakan harga eceran tertinggi minyak goreng itu, masyarakat diharapkan tidak perlu berebut yang akan membuat kelangkaan stok.
Hal tersebut disampaikan Airlangga usai berbincang dengan puluhan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Semarang yang tergabung dalam Kelompok UMKM usAHA.
“Per 1 Februari nanti akan digelontorin. Ya, inikan semua bertahap, dan diharapkan besok sebagian sudah bisa. Ya, tentu mereka ada yang ngehabisin stok kemudian mulai dengan stok baru,” kata Airlangga di Semarang, dikutip dari Antara, Minggu (30/1/2021)
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu meminta masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan minyak goreng yang menggunakan patokan harga eceran tertinggi (HET) dikarena stoknya masih banyak.
“Harga per 1 Februari 2022 yang dipatok pemerintah Rp14.000 per liter untuk yang premium, Rp13.500 untuk yang ‘packing’ sederhana, dan Rp11.500 yang curah, ini diharapkan bisa terus digelontorkan. Jadi stok banyak, tidak perlu takut kehabisan stok,” terangnya.





