Mengenal Ahli Hadits Imam Bukhari

Ilustrasi. Foto (hadispedia.id)

Sosok Imam Bukhari mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar. Ya, namanya sering disebut-sebut oleh banyak kalangan. Namaun tahukah anda siapa Imam Bukhari?

Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari atau lebih dikenal Imam Bukhari lahir di Bukhara, 13 Syawal 194 H (21 Juli 810) – wafat di Khartank, 1 Syawal 256 H (1 September 870).

Ia merupakan ahli hadis termasyhur di antara para ahli hadis sejak dulu hingga kini dengan Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah.

Bahkan dalam buku-buku fiqih dan hadis, hadis-hadisnya memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (pemimpin orang-orang yang beriman dalam hal ilmu hadis).

Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Imam Bukhari dididik keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab ats-Tsiqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara’ dalam arti berhati hati terhadap hal hal yang bersifat syubhat (ragu-ragu) hukumnya terlebih lebih terhadap hal yang haram.

Ayahnya merupakan seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan murid dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.

Imam Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadis yang masyhur di Bukhara. Pada usia 16 tahun, ia bersama keluarganya mengunjungi kota suci terutama Mekkah dan Madinah. Dimana, kedua kota suci itu ia mengikuti kajian para guru besar hadits.

Pada usia 18 tahun ia menerbitkan kitab pertama Kazaya Shahabah wa Tabi’in, hafal kitab-kitab hadis karya Mubarak dan Waki bin Jarrah bin Malik. Bersama gurunya Syekh Ishaq, menghimpun hadis-hadis sahih dalam satu kitab setelah menyaring dari satu juta hadis yang diriwayatkan 80.000 perawisumber menjadi 7275 hadis.

Imam Bukhari memiliki daya hafal tinggi sebagaimana yang diakui kakaknya, Rasyid bin Ismail. Sosok dia kurus, tidak tinggi, tidak pendek, kulit agak kecoklatan, ramah dermawan dan banyak menyumbangkan hartanya untuk pendidikan.

Berikut karya-karya Imam Bukhari :

– Al-Jami’ ash-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari

– Al-Adab al-Mufrad

– Adh-Dhu’afa ash-Shaghir

– At-Tarikh ash-Shaghir

– At-Tarikh al-Ausath

– At-Tarikh al-Kabir

– At-Tafsir al-Kabir

– Al-Musnad al-Kabir

– Kazaya Shahabah wa Tabi’in

– Kitab al-Ilal

– Raf’ul Yadain fi ash-Shalah

– Birr al-Walidain

– Kitab ad-Du’afa

– Asami ash-Shahabah

– Al-Hibah

– Khalq Af’al al-Ibad

– Al-Kuno

– Al-Qira’ah Khalf al-Imam