Laskar Sape Kerrap , Tak Perlu Takut Kegarangan Bonek Mania

Pamekasan, databerita.net – Madura United, akan melakoni laga terakhir Grub C Piala Presiden 2018. pada, Minggu, (28/01) sore. Kick Off Pukul 15.30 Wib.

Laskar Sape Kerrap julukan Madura United, memang berhasil meraih kemenangan, dalam dua laga sebelumnya. Skornya-pun cukup telak. saat melawan Perseru serui, Madura United mampu melesahkan 5 Gol. Sementara, saat melawan PS Tira (Perubahan atas PS TNI-red), anak asuh Gomes de oliveira berhasil melesahkan 3 Gol. Sekalipun, PS Tira hanya mampu membuat perlawanan satu Gol, ke Gawang Madura.

Namun, untuk pertandingan terakhir di Grub C ini, Madura United akan menghadapi klub promosi Liga 1, di hadapan pendukung Fanatiknya Bonek Mania, yakni Persebaya, Surabaya.

bagi Madura United, diakui ataupun tidak, Melawan Persebaya, Surabaya, merupakan lawan terberat di Grub C. Apalagi, baju ijo saat ini dihuni pemain muda berbakat. dan Fanatisme Suporter yang sangat tinggi.

dikutip dari www.fourfourtwo.com Aqwam Fiazmi Hanifan menceritakan  sejarah lahirnya bonek mania, bahwa istilah Bonek lahir melalui campur tangan media pada pertengahan 1980an. Adalah Jawa Pos yang saat itu dijadikan corong pergerakan suporter Persebaya Surabaya, yang mencetuskan istilah ini.

Suporter klub berjuluk Bajul Ijo ini sedari awal memang merupakan kelompok suporter yang tidak memiliki struktur organisasi resmi. Aktivitas mereka dalam mendukung Persebaya tidak berada di bawah kuasa satu komando yang diberikan ke sosok-sosok tertentu.

Dalam tulisan Oryza A. Wirawan, dijelaskan suporter Persebaya mengelompokkan diri sesuai dengan daerah kampung atau kota mereka masing-masing. Tak hanya suporter kelompok kampung seperti Arek Manukan, Arek Rungkut, Arek Sawahan, dan nama-nama kampung atau area lainnya di wilayah Surabaya, tapi para suporter Persebaya yang berasal dari luar kota pun menamakan diri mereka sesuai dengan kota asal mereka. Maka jangan heran jika ada sebutan Arek Jember, Arek Mojokerto, Arek Gresik, Arek Sidoarjo, dan sebagainya. Arek itu sendiri berarti bocah, orang, pemuda. Namun sejak sebutan Bonek muncul, kelompok suporter Persebaya ini mengganti sebutan Arek di depan daerah asal mereka dengan Bonek.

hadirnya Bonek mania sendiri, di tribun Stadion Gelora Bung Tomo nanti. dipastikan, akan menambah nutrisi semangat pemain Persebaya, Surabaya, saat melakoni Pertandingan melawan Madura United.

Namun, Pemain Laskar Sape Kerrap, tidak perlu takut, dengan hadirnya bondo nekat (Bonek), di tribun Stadion. Sebaliknya, pemain diperlukan konsentransi Penuh, kala menghadapi Persebaya, di hadapan ribuan pasang mata Bonek mania nanti.

Hendro Kartiko, Pelatih Kiper Madura United, yang juga mantan Kiper Persebaya, Surabaya, meminta kepada pemain, untuk tidak terpengaruh kondisi di tribun.

“Pemain yang ada di lapangan lebih tahu bagaimana kondisi permainan. Kalau saran saya,  pemain harus fokus ke jalannya pertandingan jangan sampai terpengaruh dengan kondisi tribun. Bagaimanapun, mereka yang ada di lapangan akan berhadapan dengan lawan di lapangan juga,” Ujar Hendro Kartiko.

dalam Pertandingan ini, juga bisa dikatagorikan Pertandingan reoni Pemain Persebaya, yang selalu melasahkan gol, untuk Persebaya, yakni Rizhadi Fauzi.

Rizhadi Fauzi ini merupakan pemain Madura United yang di pinjamkan ke Persebaya, Surabaya, pada Kompetisi Liga 2 tahun 2017 kemaren. Rizhadi ikut berperan, mengantarkan Persebaya Surabaya, promosi ke Liga 1 Kompetisi 2018.(4f4/redaksi).

 

 

Ideadaily.id
Berbagi informasi merupakan sebagian cara menikmati waktu dengan bijak.