Dinkes Pastikan Vaksin Difteri Aman dan Akan Dilanjutkan

Pamekasan, databerita.net –Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan oleh tim dari dinas kesehatan Kabupaten Pamekasan,  dengan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, terhadap Kasus puluhan santri di Pesantren Sumber Gayam Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan, yang tiba-tiba sakit dengan kondisi tubuh demam tinggi mual dan muntah-muntah, selain karena efek dari Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri, juga disebabkan karena Faktor psikologis atau Ketakutan di Imunisasi difteri.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan Ismail Bey mengatakan, setelah diambil sampel, vaksin difteri yang diinjeksi ke Puluhan santri tersebut sangat aman. Sehingga, tidak ada masalah pada vaksinya.

Ismail mengaku tetap akan melanjutkan vaksin difteri tersebut, sesuai dengan jadwal yang sudah tersusun. Kecuali di Kecamatan Kadur dan sekitarnya, tim akan menghentinkan sejenak, untuk menghilangkan kekuatiran para orang tua. Sementara untuk Kecamatan lainya, vaksin akan tetap berlanjut.

“vaksin difteri ini sangat penting, untuk mencegah terjadinya penyakit difteri. Sehingga, perintah kepala dinkes propinsi jatim. Vaksin, akan tetap dilanjut. Namun, kami akan melakukan pendekatan dan sosialisasi akan ditingkatkan,”ungkapnya.

Sementara itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pamekasan Dokter Syaifuddin Mengatakan vaksin difteri tersebut, sangat minim efek samping. hanya ada gelaja pasca diimunisisasi diantaranya nyeri ditempat yang suntik yakni Lengan Kiri dan bisa Timbul Panas.  Sementara efek samping lainya, hingga saat ini belum ada.

“efek samping vaksin difteri sebenarnya sangat kecil. Hanya, gelaja pasca diimunisisasi diantaranya nyeri ditempat yang suntik yakni Lengan Kiri dan bisa Timbul Panas. Yang ada kemaren, setelah kami periksa, suhunya masih sangat normal,”urainya.

Seperti yang diketahui, Minggu (11/01/2018) Sekitar pukul 09.00 Puluhan santri di Pesantren Sumber Gayam, Kecamatan Kadur, Pamekasan. tiba-tiba sakit dengan gejala demam tinggi, mual dan sebagian muntah-muntah. Sehingga, harus mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat, kejadian ini diduga karena keracunan.

Writer             : Hasanuddin Lubis

Editor             : Akhmad

Ideadaily.id
Berbagi informasi merupakan sebagian cara menikmati waktu dengan bijak.