PAMEKASAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur mencatat, ada 2 pabrikan yang masih belum menentukan target penyerapan tembakau.
Hal tersebut disampaikan Kepala Disperindag Pamekasan, Achmad Sjaifuddin saat memberikan keterangan via telepon selulernya, Senin (22/8/2022) siang.
“Tinggal 2 pabrikan yang belum konfirmasi (serap tembakau,red),” katanya
Menurut Sjaifuddin, dari 2 pabrikan yang belum menentukan target serapan tembakau itu merupakan perwakilan dari PT Nojorono dan PR Grendel di Pamekasan. Alasannya karena masih menunggu keputusan dari pusat.
“Mudah mudahan dalam waktu dekat bisa memberikan konfirmasinya,” terangnya
Disisi lain, Mantan Kepala Disporabud Pamekasan ini menyebutkan, bahwa saat ini ada 6 pabrikan yang sudah konfirmasi akan melakukan penyerapan tembakau di wilayah setempat.
6 pabrikan itu diantaranya adalah PT Djarum sebanyak 5000 ton, PT Gudang Garam sebanyak 3000 ton, PR Sukun sebanyak 700 ton, dan PT AOI atau H.M Sampoerna sebanyak 600 ton
Sementara untuk PT Sadhana, di kemitraan akan membeli sebanyak 200 ton, dan untuk penyerapan tembakau umumnya masih menunggu konfirmasi dari pabrik. Terakhir, dari Wismilak sebanyak 350 ton.
Lebih lanjut, Sjaifuddin menjelaskan, bahwa break event poin atau BEP harga tembakau juga sudah ditentukan. Rinciannya, tembakau jenis sawah Rp. 34.636,- , tembakau jenis tegal Rp. 48.778,- , dan tembakau gunung Rp. 54.253,-.
“Kalau dilihat dari jumlah serapan dan jumlah produksinya relatif sama. Mudah-mudah nanti akan terjadi keseimbangan. Kemudian untuk harga bisa sesuai dengan BEP, artinya tidak terjadi gonjang ganjing lagi,” pungkasnya





