PAMEKASAN – Dalam rangka mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bakti Bangsa menggelar pelatihan rebranding dan digital marketing berbasis website, pada Kamis (14/09/2023) siang.
Pelatihan ini diinisiasi oleh Dosen STIE Bakti Bangsa, yaitu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat program pemberdayaan masyarakat pemula (PMP) yang diusulkan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
Ketua Pengusul Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Akh, Fawaid menyampaikan, untuk saat ini pelatihan difokuskan kepada pelaku UMKM dari Nyi Leha Batik. Terdiri dari owner, pekerja, serta tim promosi dengan jumlah 8 orang. Kegiatan ini menurut Fawaid, merupakan usulan dari dosen STIE Bakti Bangsa, dan program ini sepenuhnya mendapatkan pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemendibudristek RI.
Untuk narasumber, STIE Bakti Bangsa dalam pelatihan tersebut menghadirkan Husnul Howatin Founder AK Desains dan Penggiat Media Sosial serta Masduki M dari unsur Akademisi.
Akh. Fawaid mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud konkret untuk mengembangkan usaha melalui rebranding produk. Selain itu, untuk mengoptimalisasi pemasaran dengan pendekatan digital marketing yang modern.
“Jadi, kegiatan ini dimaksudkan agar pelaku UMKM nantinya bisa memperluas jangkauan pasar, terlebih untuk meningkatkan penjualan produknya,” ujarnya.
Sementara Owner Nyi Leha Batik Sri Wahyuni Fatmawati berterimakasih kepada STIE Bakti Bangsa. Sebab, UMKM yang digelutinya sudah dibantu untuk meningkatkan promosi dan marketingnya melalui pelatihan rebranding dan digital marketing.
Melalui pelatihan ini, terang Sri Wahyuni, dirinya bisa mengetahui pengaruh branding dan digital marketing terhadap produk UMKM dirinya, khususnya batik. Dia berharap, kedepan usahanya bisa meningkat, baik dari sisi pemasaran maupun penjualan batik.
“Saya ucapkan terimakasih banyak kepada STIE Bakti Bangsa, yang sudah membina kami mulai dari branding produk hingga pendampingan digital marketing,” katanya




