PAMEKASAN – Kegiatan pelatihan implementasi kurikulum merdeka Himpunan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) di Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Senin (5/9) dibubarkan polisi.
Kapolsek Larangan, IPTU Nanang mengatakan, pembubaran dilakukan karena kegiatan itu tidak ada surat pemberitahuan dari pihak penyelenggara, baik kepada yang punya tempat, pihak Desa, Forkopimka Larangan, maupun Satgas Covid-19.
“Karena tidak ada pemberitahuan, kami mengambil langkah dan menghimbau untuk mempercepat kegiatan tersebut,” ujarnya, Selasa (6/9/2022).
Semula lanjut Nanang, saat tiba di lokasi pihaknya menyarankan waktu 10 menit agar kegiatan itu diselesaikan. Karena tidak memungkinkan bagi pihak penyelenggara, maka ditoleransi untuk dipercepat 1 jam lebih awal dari jadwal yang ditentukan pihak penyelenggara, yakni dari pukul 12.00 WIB menjadi pukul 11.00 WIB.
“Kami nunggu disana sampai acaranya selesai, bahkan sampai jam 12.00 WIB kurang, sambil melakukan pengaturan jalan,” katanya
Lebih lanjut, mantan Wakapolsek Pademawu ini menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dihadiri pengurus Himpaudi Jatim, pengurus Himpaudi Pamekasan, pengurus Himpaudi Larangan serta 600 tamu undangan lainnya.
Dengan jumlah itu lanjut dia, minimal ada surat pemberitahuan, terlebih tempat pelaksanaan kegiatan tersebut dekat dengan jalan raya. Khawatir jika tidak dilakukan pengaturan oleh polisi, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ini kan 600 orang, sedangkan tempatnya ada di pinggir jalan, jalan provinsi, ini jalur rawan laka. Kami sebagai pemangku harkamtibmas wilayah Kecamatan Larangan kalau diberitahukan tentunya akan melakukan pengaturan, takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya
Sementara Ketua Himpaudi Pamekasan, Heriyanto mengatakan, kegiatan pelatihan itu memang mempunyai kekurangan, termasuk komunikasi izin kepada pihak-pihak terkait.
“Alhamdulillah sudah kami laksanakan terkait kegiatan kita, memang ada semacam kekurangan, kurang komunikasi. Alhamdulillah meskipun waktunya lebih pendek, tapi itu tidak mengurangi dari apa yang direncanakan semula,” katanya
Heriyanto meminta maaf. Pihaknya juga berterimakasih atas pengertian aparat kepolisian saat acara berlangsung kemarin. “Untuk tindak lanjut yang pas nanti, kegiatan ini akan kami laksanakan di setiap Kecamatan,” pungkasnya. (Zy)




